MENGEVALUASI PILKADA SERENTAK


Pendahuluan Perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang dilakukan secara serentak pada tanggal 9 Desember 2015 yang lalu merupakan salah satu testing perjalanan demokrasi terbesar di Indonesia –di samping Pemilu 1999, 2004, 2009 dan 2014 yang lalu. Boleh dikatakan, Pemilukada serentak ini merupakan salah satu pemilihan umum terbesar di dunia—diselenggarakan di 265 Kabupaten/Kota dengan melibatkan lebih dari 96.165.966 pemilih (Kompas, 13 Oktober 2015). Hal demikian, tentu saja, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara demokrasi muslim terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk dan level kontestasi di dalamnya. Saya secara intens mengikuti Pemilukada serentak kali ini di lapangan karena sangat erat kaitannya dengan riset doktoral yang saya lakukan, yang melihat dampak transmigrasi terhadap politik lokal. Dengan melihatnya pada kontestasi elit dan interaksinya dengan masyarakat di Lampung, fenomena ini menarik karena belum banyak riset yang mencoba mengaitkan dampak transmigrasi terhadap politik lokal. Pengamatan dan kajian yang saya lakukan di Lampung dimulai dari bulan Oktober hingga Desember 2015.

Selengkapnya: http://policyreview.id/wp-content/uploads/2016/03/5.-Mengevaluasi-Pemilihan-Umum-Kepala-Daerah-Serentah-Arizka-Warganegara.pdf

Komentar

Postingan Populer